Menanamkan Empati Sejak Dini, Edukasi Anti Bullying di SDN 1 Sranten

Menanamkan Empati Sejak Dini, Edukasi Anti Bullying di SDN 1 Sranten

Antusiasme para siswa dalam mengikuti kegiatan. (Dok. Tim Digiswara)

31 Juli 2025 – Mahasiswa KKN Sekolah Tinggi MultiMedia Yogyakarta mengadakan ”Sosialisasi Anti Bullying” di SDN 1 Sranten. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa yang ada di SDN 1 Sranten dengan jumlah 120 anak, dan didampingi oleh 6 tenaga pendidik yang ada disana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan (bullying) serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat mengenali berbagai bentuk bullying, menumbuhkan rasa empati, serta belajar cara bersikap dan bertindak jika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan, sehingga tercipta budaya saling menghargai dan mendukung di lingkungan sekolah.

     Sosialisasi berlangsung dengan pemaparan materi yang mencakup pengenalan bullying, bentuk-bentuknya, dampak yang ditimbulkan, serta cara-cara untuk melawan dan mencegah bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, terdapat sesi sharing yang memberi kesempatan kepada siswa untuk berbagi pengalaman mereka secara langsung, serta sesi kuis interaktif untuk menguji pemahaman peserta. Antusiasme siswa terlihat jelas, terutama saat banyak dari mereka berani maju ke depan untuk menceritakan pengalaman pribadi terkait bullying.

Para siswa yang aktif dalam sharing session. (Dok. Tim Digiswara)

Sebagai hasil dari kegiatan sosialisasi ini, seluruh siswa diharapkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa itu bullying, dampak negatifnya, serta pentingnya mencegah perilaku tersebut di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan rasa empati di antara para siswa, mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap teman-temannya. Hal ini tergambar dari perubahan sikap dalam mereka berinteraksi, dan lebih banyak siswa menunjukkan sikap saling menghargai serta saling mendukung satu sama lain. Selain itu, keterlibatan aktif dalam sesi sharing dan kuis menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan membekas dalam ingatan siswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk budaya sekolah yang lebih positif dan bebas dari perundungan. Stop Bullying di lingkungan sekitar kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *